Jakarta - Raksasa teknologi asal China, Huawei Technologies, kewalahan memenuhi lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) lokal. Tingginya kebutuhan industri domestik membuat volume pemesanan chipset AI buatan Huawei kini secara signifikan melampaui kapasitas pasokan yang mampu diproduksi perusahaan.

Kondisi ini dipicu oleh semakin ketatnya aturan pembatasan ekspor teknologi yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Aturan tersebut membatasi akses perusahaan-perusahaan teknologi besar di China terhadap chip AI canggih buatan produsen global seperti Nvidia.

Chip Seri Ascend Jadi Solusi Utama

Sebagai dampaknya, para raksasa teknologi dan penyedia layanan cloud di China berpaling ke solusi lokal. Lini chip AI seri Ascend milik Huawei menjadi pilihan utama untuk mendukung kebutuhan pelatihan (training) maupun pengoperasian (inference) model AI berskala besar.

Penggunaan chip Ascend secara masif di sektor industri, telekomunikasi, dan pusat data (data center) domestik menjadi bukti tingginya ketergantungan industri AI China terhadap rantai pasok dalam negeri.

Tantangan Manufaktur dan Produksi

Berdasarkan laporan IDN Financials, tantangan terbesar Huawei saat ini terletak pada kapasitas manufaktur dan perakitan chipset. Keterbatasan akses terhadap peralatan pembuat chip canggih berstandar global membuat proses fabrikasi membutuhkan waktu dan penyesuaian teknis yang cukup kompleks.

Meski demikian, Huawei bersama para mitra pengecoran chip lokal terus memfokuskan investasi dan riset untuk meningkatkan hasil produksi (yield rate) serta mengoptimalkan arsitektur software pendukung. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas ekosistem AI nasional China di tengah ketegangan геоpolitik dan perdagangan global.


REFERENSI:

  1. IDN Financials - Permintaan chip AI Huawei melonjak, lampaui pasokan